Posts

Showing posts from July, 2021

12

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 7 Jobs mengatakan bahwa apresiasinya untuk rumah-rumah karya Eichler menanamkan padanya sebuah passion untuk membuat desain produk yang bagus untuk pemasaran. "Aku sangat senang ketika kau mampu mengusung desain yang sungguh hebat dengan kemampuan yang sederhana pada sesuatu yang berharga tidak terlalu mahal," katanya sambil  menunjukkan keanggunan rumahnya. "Itu adalah visi orisinal Apple. Itu adalah prinsip yang kami coba tanamkan pada Mac pertama. Itu adalah yang kami lakukan pada iPod." Sumber:  Steve Jobs - Google Books

11

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 7 Rumah keluarga Jobs dan tetangga-tetangganya didesain oleh pengembang ( developer )  real estate Joseph Eichler, yang perusahaannya berhasil membangun lebih dari 11 ribu rumah di berbagai tempat di California antara tahun 1950 dan 1974. Terinspirasi oleh pemikiran Frank Llyod Wright tentang rumah modern sederhana untuk rakyat Amerika, Eichler membangung rumah-rumah yang tidak mahal namun tetap menyediakan berbagai fasilitas yang menarik. "Eichler telah melakukan hal yang hebat," ujar Jobs ketika kami berjalan-jalan di lingkungan rumahnya. "Rumahnya murah dan bagus. Mereka menawarkan desain yang indah dan cita rasa yang bagus untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah. Rumah-rumah itu memiliki fasilitas-fasilitas kecil yang memukau seperti sistem pemanas radiasi - sistem yang menyuplai panas langsung ke lantai. Kamu bisa menggelar karpet di lantai dan kami mempunyai lantai yang bagus ketika kami masih kecil." Sum...

10

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 4 Steve Jobs mengetahui sejak masih kanak-kanak bahwa dia diadopsi. "Orang tuaku sangat terbuka tentang hal itu," ingatnya. Dia masih ingat dengan jelas ketika dia pernah bercerita pada gadis di seberang rumahnya sambil duduk di halaman rumah. Saat itu Jobs masih berumur 6-7 tahun. "Jadi itu berarti bahwa orang tua kandungmu tidak menginginkanmu?" anak perempuan itu bertanya. "Aku benar-benar tersentak," kata Jobs. "Aku ingat saat itu aku langsung berlari ke dalam rumah lalu menangis. Dan orang tuaku berkata, 'Tidak. Kau harus tahu.' Mereka sangat serius dan menatapku dalam-dalam. Mereka berkata, 'Kami secara khusus memilihmu.' Kedua orang tuaku mengatakan itu dan mengulanginya lagi perlahan-lahan untuk meyakinkanku. Dan mereka menekankan dengan sangat setiap kata dalam kalimat itu." Sumber:  Steve Jobs - Google Books

9

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 4 Ada alasan lain mengapa Joanne bersikeras mengenai penandatanganan surat adopsi. Ayahnya berada dalam kondisi sangat kritis dan hampir meninggal dunia, dan Joanne berencana untuk menikahi Jandali segera setelahnya. Joanne berharap, dia akan memberitahu anggota keluarganya setelah itu, bahwa ketika mereka telah menikah, dia akan mengambil bayinya kembali.  Arthur Schieble meninggal dunia pada Agustus 1955, setelah perkara adopsi sudah selesai. Hanya beberapa waktu setelah Natal di tahun itu, Joanne dan Abdulfattah menikah di St. Philip Apostle Catholic Church di Green Bay. Abdulfattah meraih gelar PhD-nya di bidang politik internasional tahun setelahnya, dan kemudian mereka mempunyai seorang anak lainnya, seorang perempuan yang diberi nama Mona. Setelah Joanne dan Jandali bercerai pada 1962, Joanne menjadi seorang peripatetik yang di kemudian hari putrinya - yang berkembang menjadi seorang novelis terkenal Mona Simpson - akan menu...

8

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 3 Joanne mempunyai syarat: Anaknya harus diadopsi oleh lulusan perguruan tinggi. Jadi, sang dokter mengatur agar  si bayi untuk ditempatkan bersama seorang pengacara dan istrinya. Tetapi, ketika bayinya terlahir-pada 24 Februari 1955-pasangan suami istri yang sebelumnya telah ditentukan untuk mengadopsi bayi tersebut malah memutuskan untuk menginginkan anak perempuan dan membatalkan rencana adopsi mereka terhadap bayi tersebut. Sehingga bayi itu tidak menjadi anak dari pengacara namun dia diadopsi oleh seorang yang dropout dari perguruan tinggi, seorang yang memiliki passion terhadap mesin-mesin dan dia mempunyai istri yang baik yang bekerja sebagai akuntan. Paul dan Clara memberi nama bayi mereka Steven Paul Jobs.  Ketika Joanne mengetahui bahwa bayinya diadopsi oleh pasangan yang bukan lulusan perguruan tinggi, dia menolak untuk menandatangani surat perjanjian adopsi. Kebuntuan tersebut berlangsung berminggu-minggu bahkan ...

7

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 3 Pada musim panas tahun 1954, Joanne pergi bersama Abdulfattah ke Syria. Mereka menghabiskan dua bulan di Homs, di mana Joanne belajar dari keluarga Abdulfattah untuk memasak makanan Syrian. Ketika mereka kembali ke Wisconsin dia sadar bahwa dia hamil. Mereka berdua berumur 23, tetapi mereka memutuskan untuk tidak menikah. Ayah Joanne sedang dalam kondisi kritis waktu itu, dan Abdulfattah telah mengancam untuk meninggalkan Joanne apabila dia menikahi Abdulfattah. Aborsi juga bukan merupakan pilihan yang mudah di komunitas kecil Katolik. Jadi, di awal 1955, Joanne pergi menuju San Fransisco, di mana dia dirawat oleh dokter ramah yang menampung para ibu yang tidak menikah, melahirkan bayi mereka, dan secara diam-diam juga mengatur permasalahan adopsi. Sumber:  Steve Jobs - Google Books

6

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 3 Jandali adalah yang termuda di antara 9 anak dari keluarga Syria yang terkemuka. Ayahnya memiliki  kilang minyak dan berbagai bisnis lainnya, dengan kepemilikan besar di Damaskus dan Homs, dan pada satu titik merupakan seorang yang sangat berpengaruh pada harga gandum di wilayah tersebut. Ibunya - seperti yang Jandali katakan - adalah "wanita muslim tradisional" yang merupakan "ibu rumah tangga yang sederhana dan taat". Seperti keluarga Schieble, keluarga Jandali sangat mengutamakan pendidikan. Abdulfattah dikirim ke sekolah asrama Jesuit, meskipun dia seorang Muslim, dan dia kuliah di Universitas Amerika di Beirut sebelum masuk Universitas Wisconsin untuk mendapatkan gelar doktor di ilmu politik. Sumber:  Steve Jobs - Google Books

5

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 2-3 Seperti Paul Jobs, Joanne Schieble berasal dari keluarga Wisconsin pedesaan warisan Jerman. Ayahnya,  Arthur Schieble, berimigrasi ke pinggiran Green Bay, di mana dia dan istrinya memiliki peternakan cerpelai dan berhasil mencoba berbagi bidang bisnis, termasuk real estate dan bisnis ukiran foto. Arthur adalah orang yang sangat keras, terutama mengenai hubungan putrinya, dan dia sama sekali tidak setuju pada kekasih pertama Joanne, seorang seniman yang bukan penganut Katolik. Jadi, bukanlah hal yang mengejutkan apabila Arthur mengancam untuk memenggal Joanne ketika dia - sebagai seorang lulusan Universitas Wisconsin - jatuh cinta dengan Abdulfattah "John" Jandali, seorang asisten pengajar Muslim dari Syria. Sumber:  Steve Jobs - Google Books

4

Buku: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Halaman: 2 Bagaimanapun juga Clara tetap menyukai San Fransisco dan di tahun 1952 dia meyakinkan suaminya untuk kembali tinggal ke sana. Mereka tinggal di apartemen di Sunset Disctrict yang menghadap Samudra Pasifik, di sebelah selatan Golden Gate Park. Paul bekerja untuk perusahaan keuangan sebagai " repo man ", mengambil kunci-kunci mobil yang pemiliknya tidak membayar tagihan peminjaman. Dia juga membeli, memperbaiki, dan menjual beberapa mobil sehingga membuat kehidupannya berjalan cukup baik.  Namun, ada hal yang kurang dalam hidup mereka. Mereka ingin mempunyai anak, tetapi Clara menderita ectopic pregnancy,  yang mana fetus yang terfertilisasi tertanam di tuba fallopi (yang mana seharusnya di uterus) dan membuatnya tidak bisa mempunyai anak. Jadi, pada tahun 1955, setelah sembilan tahun pernikahan, mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak Sumber:  Steve Jobs - Google Books